Senin, 14 November 2011

JENIS-JENIS KANKER


KANKER PAYUDARA
Apa itu kanker payudara ?

Kanker payudara adalah keganasan yang bermula dari sel-sel di payudara. Hal ini terutama menyerang wanita, tetapi tidak menutup kemungkinan terjadi juga pada pria.

Anatomi Payudara Wanita

Kanker payudara adalah suatu penyakit dimana sel-sel ganas terbentuk pada jaringan payudara. Mari kita pelajari struktur anatomi payudara normal. 

http://www.cancerhelps.com/images/anatomi-payudara.png
Gambar Anatomi Payudara
Payudara wanita terdiri dari kelenjar yang membuat air susu ibu (disebut lobulus), saluran kecil yang membawa susu dari lobulus ke puting (disebut duktus), lemak dan jaringan ikatnya, pembuluh darah, dan kelenjar getah bening. Sebagian besar kanker payudara bermula pada sel-sel yang melapisi duktus (kanker duktal), beberapa bermula di lobulus (kanker lobular), dan sebagian kecil bermula di jaringan lain.

Sistem Getah Bening

Sistem getah bening adalah salah satu cara utama kanker payudara menyebar. Sel-sel kanker payudara dapat memasuki pembuluh limfe dan mulai tumbuh di kelenjar getah bening. Jika sel-sel kanker payudara telah mencapai pembuluh getah bening di ketiak (node axilaris), tandanya adalah pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak. Bila ini terjadi maka kemungkinan besar sel-sel kanker juga masuk ke aliran darah dan menyebar ke organ tubuh lainnya. Hal ini dapat mempengaruhi opsi pengobatan kanker dari dokter Anda.

Benjolan Payudara Bukan Kanker

Kebanyakan benjolan yang terjadi pada payudara adalah bukan kanker. Namun demikian, beberapa perlu diteliti dibawah mikroskop untuk memastikan mereka bukan kanker.

Perubahan Fibrokistik

Kebanyakan benjolan di payudara ternyata hanyalah perubahan fibrokistik. Istilah fibrokistik mengacu pada fibro dan kista. Fibrosis adalah pembentukan jaringan parut, sedangkan kista adalah kantung berisi cairan. Perubahan fibrokistik dapat menyebabkan payudara bengkak dan nyeri. Seringkali terjadi sebelum periode menstruasi dimulai. Payudara dapat terasa kenyal dan kadang keluar cairan bening/susu dari puting.

Jenis-jenis Kanker Payudara

Ada banyak jenis kanker payudara, namun beberapa di antaranya sangat langka. Kadang suatu tumor payudara tunggal dapat merupakan perpaduan dari jenis dibawah ini atau campuran antara kanker invasif dan in situ.

Duktal Karsinoma in situ (DCIS): ini adalah tipe kanker payudara non-invasif paling umum. DCIS berarti sel-sel kanker berada di dalam duktus dan belum menyebar keluar dinding duktus ke jaringan payudara disekitarnya.

Sekitar 1 dari 5 kasus baru kanker payudara adalah DCIS. Hampir semua wanita dengan kanker pada tahap awal ini dapat disembuhkan. Sebuah mamografi seringkali adalah cara terbaik untuk deteksi dini DCIS.

Ketika terdiagnosa DCIS, ahli patologi biasanya akan mencari area dari sel-sel kanker yang telah mati, disebut nekrosis tumor dalam sample jaringan. Bila nekrosis ditemukan, maka tumor agaknya lebih bersifat agresif. Istilah comedocarsinoma kadang digunakan untuk menjelaskan DCIS dengan nekrosis.

Lobular karsinoma in situ (LCIS): Meskipun sebenarnya ini bukan kanker, tetapi LCIS kadang digolongkan sebagai tipe kanker payudara non-invasif. Bermula dari kelenjar yang memproduksi air susu, tetapi tidak berkembang melewati dinding lobulus.

Kebanyakan ahli kanker berpendapat bahwa LCIS sendiri sering tidak menjadi kanker invasive, tetapi wanita dengan kondisi ini memiliki resiko lebih tinggi untuk berkembang menjadi kanker payudara invasive pada payudara yang sama atau berbeda. Untuk itu, mamografi rutin sangat disarankan. Invasif (atau infiltrating) Duktal Karsinoma (IDC): Ini adalah kanker payudara paling umum dijumpai. Bermula dari duktus, menerobos dinding duktus, dan berkembang ke dalam jaringan lemak payudara. Pada titik ini, itu mungkin menyebar (bermetastasis) ke organ tubuh lainnya melalui sistem getah bening dan aliran darah. Sekitar 8 dari 10 kanker payudara invasive adalah jenis ini. Invasif (infiltrating) Lobular Karsinoma (ILC): kanker ini dimulai dalam lobulus. Seperti IDC, ia dapat menyebar (bermetastasis) ke bagian lain dari tubuh. Sekitar 1 dari 10 kanker payudara invasif adalah dari jenis ini. ILC lebih sulit terdeteksi melalui mammogram daripada IDC.

Jenis-jenis Kanker Payudara yang Jarang Terjadi

Kanker Payudara Terinflamasi (IBC): Jenis kanker payudara invasif yang jarang terjadi ini, statistiknya adalah sekitar 1-3% dari semua kasus kanker payudara. Biasanya tidak terjadi benjolan tunggal atau tumor. Sebaliknya, IBC membuat kulit payudara terlihat merah dan terasa hangat. Hal ini juga membuat kulit payudara tampak tebal dan mengerut, seperti kulit jeruk. Dokter biasanya baru mengetahui bahwa perubahan ini bukan disebabkan oleh inflamasi/peradangan atau infeksi, tetapi karena sel-sel kanker telah memblokir pembuluh getah bening di kulit. Payudara yang terkena biasanya lebih besar, kenyal, lembek atau gatal. Pada tahap awal, jenis kanker ini kadang salah diartikan sebagai infeksi payudara (mastitis) dan diobati dengan antibiotic. Bila tidak juga membaik, biasanya dokter akan menyarankan biopsy. Karena tidak terjadi benjolan, jenis ini biasanya tidak terdeteksi saat mammogram. Jenis kanker ini biasanya cenderung menyebar dan kelihatannya lebih buruk daripada tipe IBC ataupun ILC.

Penyakit Paget pada Puting: Jenis kanker payudara ini dimulai pada duktus dan menyebar ke kulit puting dan kemudian ke areola (lingkaran gelap di sekeliling putting). Jenis ini jarang terjadi (hanya sekitar 1% dari semua kasus kanker payudara). Tandanya adalah kulit puting dan areola pecah-pecah, bersisik, dan merah, dengan adanya area berdarah. Pasien biasanya melihat adanya area yang seperti terbakar atau gatal.

Penyakit Paget seringkali diasosiasikan dengan DCIS, atau lebih sering IDC. Pengobatannya seringkali memerlukan mastektomi. Jika DCIS hanya ditemukan (tanpa kanker invasif), ketika payudara diangkat, harapan sembuhnya sangat baik.
KANKER SERVIKS
Apa itu Kanker Serviks


Kanker serviks adalah keganasan yang terjadi pada leher rahim. Kanker serviks disebut juga kanker leher rahim atau kanker mulut rahim dimulai pada lapisan serviks.

Kanker serviks terbentuk sangat perlahan. Pertama, beberapa sel berubah dari normal menjadi sel-sel pra-kanker dan kemudian menjadi sel kanker. Ini dapat terjadi bertahun-tahun, tapi kadang-kadang terjadi lebih cepat. Perubahan ini sering disebut displasia. Mereka dapat ditemukan dengan tes Pap Smear dan dapat diobati untuk mencegah terjadinya kanker.

Untuk dapat memahami kanker serviks, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu anatomi rahim wanita.

Anatomi Rahim wanita

Leher rahim (serviks) adalah bagian bawah uterus (rahim). Rahim memiliki 2 bagian. Bagian atas, disebut tubuh rahim, adalah tempat di mana bayi tumbuh. Leher rahim, di bagian bawah, menghubungkan tubuh rahim ke vagina, atau disebut juga jalan lahir.

Gambar organ reproduksi wanita:
Kanker Serviks Vagina

Ada 2 jenis utama kanker serviks. Sekitar 8-9 dari 10 jenis yang ada adalah karsinoma sel skuamosa. Di bawah mikroskop, kanker jenis ini terbentuk dari sel-sel seperti sel-sel skuamosa yang menutupi permukaan serviks. Sebagian besar sisanya adalah adenokarsinoma. Kanker ini dimulai pada sel-sel kelenjar yang membuat lendir. Jarang terjadi, kanker serviks memiliki kedua jenis fitur diatas dan disebut karsinoma campuran. Jenis lainnya (seperti melanoma, sarkoma, dan limfoma) yang paling sering terjadi di bagian lain dari tubuh. Jika Anda memiliki kanker serviks, mintalah dokter Anda untuk menjelaskan jenis kanker apa yang Anda miliki.

Berapa banyak wanita terkena kanker serviks ?

Jumlah prevalensi wanita pengidap kanker serviks di Indonesia terbilang cukup besar. Setiap hari, ditemukan 40-45 kasus baru dengan jumlah kematian mencapai 20-25 orang. Sementara jumlah wanita yang berisiko mengidapnya mencapai 48 juta orang. Dokter Laila Nuranna SpOG(K), Kepala Divisi Onkologi Ginekologi Obstetri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengatakan bahwa sebagian besar kasus kanker serviks yang terdeteksi di rumah sakit sudah stadium lanjut sehingga sulit diobati. "Jika kanker ditemukan lebih dini, penanganannya akan lebih mudah dan tingkat harapan hidup lebih besar," katanya saat Diskusi Kampanye dan Upaya Penanganan Kanker Serviks di Hotel Lumire Jakarta, Senin 12 April 2010.

Beberapa peneliti berpikir bahwa kanker serviks non-invasif (yang hanya terjadi di leher rahim ketika ditemukan) adalah sekitar 4 kali lebih umum daripada jenis kanker serviks yang invasif. Ketika ditemukan dan diobati secara dini, kanker serviks seringkali dapat disembuhkan.

Kanker serviks cenderung terjadi pada wanita paruh baya. Kebanyakan kasus ditemukan pada wanita yang dibawah 50 tahun. Ini jarang terjadi pada wanita muda (usia 20 tahunan). Banyak wanita tidak tahu bahwa ketika menjadi tua, mereka masih beresiko terkena kanker serviks. Itulah sebabnya penting bagi wanita lebih tua untuk tetap menjalani tes Pap Smear secara teratur
KANKER OTAK
Apa itu Kanker Otak

Kanker otak adalah keganasan yang terjadi pada jaringan otak manusia.

Untuk dapat memahami kanker otak, maka kita perlu memahami bagaimana system saraf pusat dan otak manusia bekerja.

Anatomi Otak

Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Otak adalah organ penting yang mengendalikan pikiran, memori, emosi, sentuhan, keterampilan motorik, visi, respirasi, suhu, rasa lapar, dan setiap proses yang mengatur tubuh kita.

http://www.cancerhelps.com/images/anatomi-otak.png

Otak dapat dibagi ke dalam otak besar (cerebrum), batang otak (brainstem), dan otak kecil (cerebellum):

Otak Besar (cerebrum):

Cerebrum (supratentorial atau otak depan) terdiri dari belahan otak kanan dan kiri. Fungsi dari cerebrum ini meliputi: inisiasi gerakan, koordinasi gerakan, temperatur, sentuhan, penglihatan, pendengaran, penilaian, penalaran, pemecahan masalah, emosi, dan pembelajaran.

Batang Otak (brainstem):

Batang otak (garis tengah atau bagian tengah otak) termasuk otak tengah, pons, dan medulla. Fungsi daerah ini meliputi: pergerakan mata dan mulut, penyampaian pesan sensorik (panas, nyeri, keras, dll), rasa lapar, respirasi, kesadaran, fungsi jantung, suhu tubuh, gerakan otot tak sadar, bersin, batuk, muntah, dan menelan.

Otak Kecil (cerebellum):

Otak kecil (infratentorial atau otak belakang) terletak di bagian belakang kepala. Fungsinya untuk mengkoordinasi gerakan otot sukarela dan untuk mempertahankan postur tubuh, keseimbangan, dan equilibrium.

Secara lebih spesifik, beberapa bagian lain dari otak adalah sebagai berikut:

Pons: sebuah bagian yang terletak sangat dalam di otak, terletak di brainstem, pons berisi banyak daerah kontrol untuk gerakan mata dan wajah.

Medulla: Bagian terendah dari batang otak, medula adalah bagian yang paling penting dari seluruh otak dan merupakan pusat control jantung dan paru-paru yang sangat penting.

Syaraf tulang belakang: merupakan sekumpulan besar serabut saraf yang terletak di bagian belakang yang memanjang dari dasar otak ke punggung bawah, syaraf tulang belakang ini membawa pesan ke dan dari otak dan seluruh tubuh.

Lobus frontal: bagian terbesar dari otak yang terletak di bagian depan kepala, lobus frontal terlibat dalam karakteristik kepribadian dan gerakan.

Lobus parietal: bagian tengah otak, lobus parietalis membantu seseorang untuk mengidentifikasi objek dan memahami hubungan spasial (dimana tubuh seseorang dibandingkan dengan benda-benda di sekitar orang tersebut). Lobus parietalis juga terlibat dalam interpretasi rasa sakit dan sentuhan pada tubuh.

Lobus oksipital: lobus oksipital adalah bagian belakang otak yang terlibat dengan penglihatan.

Lobus temporal: sisi otak, lobus temporal ini terlibat dalam memori, ucapan, dan indra penciuman.

Kanker Otak

Kanker otak adalah sekumpulan massa sel-sel otak yang tumbuh abnormal, di luar kendali. Sebagian besar kanker otak dapat menyebar melalui jaringan otak, tetapi jarang menyebar ke area lain dari tubuh.

Namun pada kasus tumor otak jinak, saat mereka tumbuh, mereka dapat menghancurkan dan menekan jaringan otak yang normal lainnya, yang dapat berakibat pada kelumpuhan ataupun fatal. Karena itu, dokter lebih suka menggunakan istilah "tumor otak" daripada "kanker otak." Yang menjadi concern utama pada pasien kanker otak maupun tumor otak ini adalah seberapa cepat mereka menyebar melalui bagian otak/ syaraf tulang belakang lainnya dan apakah mereka bisa diangkat dan tidak kambuh lagi.

Kanker Otak dan syaraf tulang belakang pada orang dewasa berbeda dengan pada anak-anak. Mereka sering terbentuk di daerah yang berbeda, berkembang dari tipe sel yang berbeda, dan mungkin pendekatan pengobatannya juga berbeda. Pembahasan ini dikhususkan hanya pada kanker otak dewasa.



KANKER RAHIM
Sampai saat ini, kanker rahim dikenal sebagai "silent killer" karena biasanya sulit terdeteksi hingga stadium lanjut.
http://www.cancerhelps.com/images/anatomi-rahim-wanita.png

Gejala kanker rahim tidak spesifik. Studi terbaru menunjukkan bahwa penderita kanker rahim biasanya mengalami gejala berikut ini secara menetap:
  • tekanan abdomen (merasa penuh, bengkak atau kembung)
  • Perasaan ingin buang air kecil terus menerus
Gejala lainnya meliputi:
  • Gangguan pencernaan yang menetap (gas atau mual)
  • Perubahan kebiasaan BAB tanpa alasan jelas, seperti sembelit
  • Kehilangan nafsu makan atau cepat merasa kenyang
  • Rasa sakit selama hubungan intim (dispareunia)
  • Lemas & letih lesu yang berkelanjutan
  • Sakit pada daerah sekitar pinggang/panggul
  • Perubahan dalam siklus menstruasi
KAPAN HARUS KE DOKTER
Kunjungi dokter Anda jika Anda merasakan gejala perut bengkak, kembung, sakit pada perut/panggul yang terus-menerus selama lebih dari beberapa minggu. Jika dokter tidak menemukan diagnosa kanker rahim, pastikan Anda mendapat second opinion. Pasti dokter melakukan pemeriksaan panggul Anda.

Dokter mungkin merekomendasikan satu atau lebih dari tes berikut untuk mendiagnosa kanker rahim:
  • Ultrasonografi (USG).
  • Penanda tumor CA-125. Banyak wanita dengan kanker rahim memiliki kadar CA 125 yang abnormal dalam darah mereka.
  • CT SCAN atau MRI
Jika tes ini mengarah ke kanker rahim, akan dilakukan operasi (laparaskopi) dimana diambil sayatan kecil di perut dan eksplorasi rongga perut untuk menentukan apakah kanker ada. Jika kanker rahim terkonfirmasi, ahli bedah dan ahli patologi akan mengidentifikasi jenis tumor dan menentukan apakah kanker telah menyebar.

STADIUM KANKER RAHIM
  • Stadium I. kanker terbatas pada satu atau kedua ovarium.
  • Stadium II. Kanker telah menyebar ke lokasi lain di panggul, seperti rahim atau saluran tuba.
  • Stadium III. Kanker telah menyebar ke selaput perut (peritoneum) atau ke kelenjar getah bening dalam perut.
  • Stadium IV. Kanker ovarium telah menyebar ke organ di luar perut.

Gambar: Kanker Rahim Stadium III
http://www.cancerhelps.com/images/kanker-rahim-stadium-3.png
Perawatan kanker rahim biasanya melibatkan kombinasi operasi dan kemoterapi.

OPERASI PEMBEDAHAN
Secara umum, penderita kanker rahim memerlukan pembedahan luas yang mencakup pengangkatan kedua ovarium, saluran tuba dan rahim serta kelenjar getah bening di dekatnya dan lipatan jaringan lemak perut yang dikenal sebagai omentum, di mana kanker rahim sering menyebar.

KEMOTERAPI
Setelah operasi, kemungkinan besar Anda akan menjalani kemoterapi untuk membunuh sel-sel kanker yang tersisa. Rejimen awal untuk kanker rahim mencakup kombinasi carboplatin (Paraplatin) dan paclitaxel (Taxol) disuntikkan ke dalam aliran darah (intravena). Efek samping - termasuk sakit perut, mual dan muntah - mungkin dapat terjadi.

RADIASI
Radiasi biasanya tidak dianggap efektif untuk kanker rahim.


KANKER USUS
Apa itu Kanker Usus

Kanker usus (besar rectum) atau sering disebut kanker kolorektal merupakan salah satu jenis kanker yang terjadi pada jaringan kolon/usus besar atau rektum. Untuk dapat lebih memahami mengenai kanker ini, mari kita pelajari sistem pencernaan manusia normal.
Sistem Pencernaan Manusia
http://www.cancerhelps.com/images/sistem-percernaan-manusia.png


Kanker kolon dan dubur dimulai dalam sistem pencernaan, juga disebut GI (gastrointestinal) sistem (lihat gambar di bawah).

Gambar Sistem Pencernaan Manusia

Sistem pencernaan memproses makanan untuk menghasilkan energi dan bagian terakhir dari system ini (yaitu di kolon/usus besar) menyerap cairan dan membentuk limbah padat (tinja) yang kemudian dikeluarkan dari tubuh.

Setelah makanan dikunyah dan ditelan, makanan berpindah ke perut. Sebagian makanan dipecah ke dalam bagian-bagian kecil untuk dikirim ke usus halus. Usus halus adalah bagian terpanjang dari sistem pencernaan - sekitar 20 meter.

Usus halus juga menguraikan makanan dan menyerap sebagian besar nutrisi. Usus halus berujung pada usus besar yang panjangnya sekitar 5 meter. Usus besar menyerap air dan nutrisi dari makanan dan juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan limbah (tinja). Tinja ini selanjutnya bergerak dari usus besar ke dalam anus - 6 inci terakhir dari sistem pencernaan. Dari sana limbah keluar dari tubuh melalui lubang yang disebut anus.

Kanker usus besar dan kanker rektum memiliki banyak kesamaan. Kanker usus berkembang secara perlahan selama bertahun-tahun. Sebagian besar kanker bermula sebagai polip usus. Polip adenoma ini dapat berkembang menjadi kanker. Mengangkat polip sedini mungkin dapat melindungi Anda dari kemungkinan terkena kanker.

Lebih dari 95% dari kanker usus besar dan rektum adalah adenokarsinoma. Kanker ini dimulai pada sel-sel yang melapisi bagian dalam usus besar dan rektum.
Source: www.cancerhelps.com

Penyakit Kanker


Penyakit Kanker
I. Pendahuluan

Kanker bukanlah suatu penyakit yang ringan. Langkah awal dalam pengobatan penyakit kanker adalah deteksi dengan benar bahwa gejala yang muncul pada tubuh pasien adalah benar-benar sel kanker ganas. Deteksi ini bisa dilakukan dengan pemeriksaan biopsy, sehingga langkah pengobatan bisa dilakukan secara cepat dan tepat. Langkah berikutnya adalah terapi pengobatan dengan cara konvensional. Namun pada kenyataannya pengobatan dengan cara ini sering kali kanker belum bisa diatasi secara total. Disinilah peran tanaman obat/herbal.

Peran utama herbal adalah meningkatkan daya tahan tubuh pasien dan melokalisir sel-sel kaker sehingga sel-sel kanker tidak mudah menyebar, dan lebih mudah diangkat, juga tidak bersifat toksik sehingga lebih aman untuk tubuh pasien. Contohnya adalah tanaman obat dari ekstrak keladi tikus (Typhonium Flagelliforme). Dalam penggunaannya, tanaman obat ini bisa dipakai bersamaan dengan pengobatan konvensional (pembedahan, kemoterapi, radioterapi dan hormonterapi) atau setelah pengobatan konvensional selesai dilakukan. Karena obat dari ekstrak keladi tikus dapat membantu mengurangi efek pengobatan secara konvensional.

Jumlah penderita penyakit kanker di Indonesia belum diketahui secara pasti, tetapi peningkatan dari tahun ke tahun dapat dibuktikan sebagai salah satu penyebab kematian. Hanya beberapa penyakit kanker yang dapat diobati secara memuaskan, terutama jika diobati saat masih stadium dini. Keberhasilan pengobatan sangat ditentukan oleh jenis kanker, stadium kanker, keadaan umum penderita, dan usaha penderita untuk sembuh.

Definisi Kanker

Penyakit Kanker adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang tidak normal. Sel-sel kanker akan berkembang dengan cepat, tidak terkendali, dan akan terus membelah diri, selanjutnya menyusup ke jaringan sekitarnya (invasive) dan terus menyebar melalui jaringan ikat, darah, dan menyerang organ-organ penting serta syaraf tulang belakang. Dalam keadaan normal, sel hanya akan membelah diri jika ada penggantian sel-sel yang telah mati dan rusak. Sebaliknya sel kanker akan membelah terus meskipun tubuh tidak memerlukannya, sehingga akan terjadi penumpukan sel baru yang disebut tumor ganas. Penumpukan sel tersebut mendesak dan merusak jaringan normal, sehingga mengganggu organ yang ditempatinya. Kanker dapat terjadi diberbagai jaringan dalam berbagai organ di setiap tubuh, mulai dari kaki sampai kepala. Bila kanker terjadi di bagian permukaan tubuh, akan mudah diketahui dan diobati. Namun bila terjadi didalam tubuh, kanker itu akan sulit diketahui dan kadang - kadang tidak memiliki gejala. Kalaupun timbul gejala, biasanya sudah stadium lanjut sehingga sulit diobati.

Perbedaan Tumor dan Kanker

Tumor ada dua macam yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Tumor jinak hanya tumbuh dan membesar, tidak terlalu berbahaya, dan tidak menyebar ke luar jaringan. Sedangkan tumor ganas adalah kanker yang tumbuh dengan cepat dan tidak terkendali dan merusak jaringan lainnya.

Source:www.cancerhelps.com

Minggu, 13 November 2011

Cara Alami Jaga Kesehatan Gigi


Cara Alami Jaga Kesehatan Gigi
MEMBERSIHKAN gigi secara teratur dan tepat penting untuk kesehatan dan kecantikan Anda. Tidak perlu merasa repot dan kekurangan waktu, banyak cara untuk merawat gigi secara alami.
Memiliki gigi yang berderet putih berseri, bersih, dan sehat adalah idaman setiap orang. Berbagai cara dilakukan untuk mendapatkan gigi sempurna seperti itu. Namun masalahnya, selama ini sejumlah kebiasaan dan konsumsi makanan tertentu secara tidak sadar membuat gigi menjadi kotor dan kuning.
Oleh karena itu, seseorang sulit mendapatkan gigi yang menawan. Apalagi aturan menyikat gigi sering dilanggar akibat kesibukan Anda di luar rumah atau malas sikat gigi sebelum tidur. Hal itu akan mengakibatkan noda membandel pada gigi sehingga sulit untuk dihilangkan.
Sebenarnya tidak perlu repot menjaga gigi Anda tetap putih berseri, karena dengan mengubah sejumlah kebiasaan Anda dan menggunakan cara alami, keinginan Anda pasti akan terwujud. Tidak hanya untuk kecantikan, rutin membersihkan gigi juga berdampak pada kesehatan jantung.

Penelitian terbaru menunjukkan, teratur menggosok gigi dua kali sehari ternyata dapat juga membuat jantung Anda sehat.Peneliti menemukan, orang-orang yang kurang perhatian pada kesehatan gigi berisiko lebih besar mengalami gagal jantung.
Profesor Richard Watt baru-baru ini melaporkan temuannya itu kepada British Medical Journal. Peneliti dari University College London, Inggris, itu menemukan orang yang jarang menggosok gigi berisiko sekitar 70 persen mengalami penyakit jantung. Perhitungan itu dibandingkan dengan orang yang rutin membersihkan gigi dua kali sehari.
“Dengan kata lain, kebersihan mulut ada hubungannya dengan risiko penyakit kardiovaskular. Untuk itu, perlu ada studi lanjutan,” kata Watt seperti dikutip laman Dailymail.
Tidak perlu meluangkan waktu lama dan kemauan yang kuat, membersihkan gigi sebenarnya dapat dilakukan secara alami. Misalnya pada saat mengunyah makanan di dalam mulut. Selama proses ini, di sekitar permukaan gigi secara mekanik terjadi pergerakan atau aliran makanan yang justru dapat membersihkan permukaan gigi.
Teori ini dikenal sebagai self cleansing. “Syaratnya, saat mengunyah harus merata, kiri dan kanan. Kalau mengunyah satu sisi, maka sisi berlawanan justru akan tertimbun sisa makanan dan lebih kotor,” kata Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti Dr drg Tri Erri Astoeti MKes kepada SINDO.

Timbulnya plak gigi pada sisi yang tidak pernah digunakan untuk mengunyah, terjadi akibat tidak adanya gerakangerakan yang menimbulkan banyak gesekan tadi. Praktis, jika tidak pernah digunakan untuk mengunyah, maka kemungkinan timbulnya plak lebih besar dibanding gigi yang sering digunakan untuk mengunyah.
Selain itu, lanjut Erri, konsumsilah makanan berserat, mentah, dan tidak bergula. Mengonsumsi buah dan sayuran adalah cara alami untuk membersihkan gigi karena kandungan zat yang ada di dalamnya sangat baik untuk gigi Apalagi, mengonsumsi banyak buah dapat menambah volume air ludah. Kondisi ini berguna untuk melindungi gigi.
Buah stroberi merupakan pilihan yang murah meriah dan berkhasiat. Caranya dengan melumatkan stroberi yang matang dengan setengah sendok teh soda kue, kemudian oleskan ke gigi dengan bantuan sikat gigi, diamkan selama 5 menit. Kemudian bersihkan gigi. Lakukan kegiatan ini selama seminggu sekali.

“Yang penting dalam merawat gigi adalah dengan mengonsumsi buah dan sayuran yang mentah. Contohnya, kuda makan rumput mentah, tidak pernah sikat gigi dan giginya terjaga secara alami,” terangnya.

Sementara itu, sejumlah jenis makanan perlu dihindari agar gigi tetap bersih. Di antaranya makanan berasa asam. Menurut dia, asam pada dasarnya mampu mendemineralisasi email gigi (awal dari proses kerusakan gigi). Sebenarnya, asam yang dikonsumsi manusia banyak macamnya dan tidak semua jenis asam berbahaya bagi gigi.
Riset menyatakan, asam yang terbukti merusak adalah asam laktat, asam fosfat, dan asam cuka. Sementara itu, gula juga dapat merusak gigi. Gula yang banyak dikonsumsi manusia akan dimetabolisme oleh kuman di rongga mulut (Streptococcus mutans) menjadi asam yang selanjutnya akan mendemineralisasi email.

“Sebaiknya berhenti merokok. Merokok dikenal merusak jaringan periodontal gigi, bukan email gigi. Kalau jaringan periodontal rusak, maka gigi akan goyang dan berakhir pada dicabutnya gigi tersebut,” imbuh Erri.
Erri mengungkapkan, semua kebiasaan makan orang modern umumnya merusak gigi karena dapat meninggalkan makanan alami yang mentah dan penuh serat.
Kebiasaan ngemil yang banyak mengandung gula juga bisa meningkatkan frekuensi makan yang mengotorkan gigi. Padahal, frekuensi sikat gigi hanya dua kali sehari.
“Intinya, kebiasaan makan yang tidak self cleansing sering, harusnya diikuti sesering itu pula menyikat gigi,” ujarnya.
Sejauh ini, terang dia, hanya menyikat gigi cara terbaik membersihkan gigi di rumah. Menggosok gigi minimal dua kali sehari, biasakan saat pagi sesudah sarapan,malam sebelum tidur malam, dengan asumsi sesudah sarapan tidak makan snack sampai makan malam dan waktu tidur malam juga tidak makan.
“Dengan kebiasaan kita ada snack sebelum lunch dan lainnya, tentu dua kali sehari tidak cukup,” tutur Erri.
Untuk pemeriksaan gigi, Erri menyarankan secara periodik selama dua atau tiga kali setahun, Anda mesti mengunjungi klinik gigi untuk dibersihkan karang giginya dan kontrol keadaan gigi.
Jangan lupa,hindari menggunakan tusuk gigi. Kalau sudah mulai tusuk gigi, artinya ada gigi yang tidak beres,maka Anda sebaiknya menemui dokter gigi.
SUMBER: